Apa Itu Website? Jenis, Contoh, dan Kapan Perlu CMS
11 menit bacaInWebsite
Jawaban singkat
Website adalah kumpulan halaman di satu alamat, misalnya namausaha.com, yang bisa dibuka siapa pun lewat browser. Jenisnya landing page satu halaman, website beberapa halaman seperti company profile, toko online, dan aplikasi web dengan login. CMS adalah panel untuk mengubah isi website sendiri tanpa menyentuh kode, dan menurut kami baru sepadan kalau ada orang yang mengubah isinya tiap minggu.
Artikel yang sedang Anda baca tidak ditulis di CMS. Isinya tersimpan di dalam kode situs ini, jadi menerbitkan artikel baru, bahkan membetulkan satu salah ketik, berarti mengubah kode lalu menerbitkan ulang situsnya. Buat kami itu tidak merepotkan, karena mengubah kode memang pekerjaan kami sehari-hari. Toko yang harganya diganti admin tiap pagi akan kewalahan kalau memakai cara yang sama. Di bawah ini ada empat jenis website beserta contohnya dari demo buatan kami, lalu cara memutuskan perlu CMS atau tidak. Nama usaha dan angka di demo-demo itu isian contoh.
Website adalah kumpulan halaman di satu alamat yang bisa dibuka lewat browser
Website, atau situs web, adalah sekumpulan halaman yang tersimpan di bawah satu alamat, misalnya namausaha.com, dan bisa dibuka siapa saja lewat browser di HP atau komputer tanpa memasang aplikasi. Tiap halamannya punya alamat sendiri di belakang alamat utama, seperti namausaha.com/layanan atau namausaha.com/kontak. Satu halaman bisa langsung dikirim lewat chat, dan penerimanya tidak perlu mencarinya dari beranda.
Profil Instagram, toko di marketplace, dan halaman berisi deretan tautan juga dibuka lewat browser. Bedanya, semua itu halaman di dalam website milik perusahaan lain. Alamat dan aturannya ditentukan platform tersebut, dan usaha Anda menumpang di sana. Website sendiri memakai alamat atas nama Anda, dengan isi yang Anda tentukan. Pertimbangan memilih di antara keduanya kami tulis di artikel website atau Instagram untuk UMKM.
Dari sisi pemilik usaha, sebuah website punya beberapa lapis yang tagihan dan pengurusnya bisa berbeda: isinya seperti teks dan foto, tampilannya, alamatnya, dan tempat file-nya disimpan. Sebagian website punya dua lapis tambahan, yaitu database untuk menyimpan data yang masuk dan panel untuk mengubah isi sendiri, dan dua lapis itulah yang paling menggeser harga.
Alamat website disebut domain, dan biayanya ditagih terpisah dari hosting
Nama yang diketik pengunjung di kolom alamat, misalnya namausaha.com, disebut domain, dan umumnya dibayar per tahun ke registrar tempat domain itu didaftarkan. File website-nya disimpan di hosting, yaitu server milik penyedia yang melayani setiap orang yang membuka alamat tersebut, siang maupun malam. Gembok dan awalan https di depan alamat datang dari sertifikat SSL.
Yang paling perlu Anda cek dari ketiganya adalah nama pendaftar domain. Kalau yang tercatat nama vendor, alamat yang sudah Anda cetak di kemasan dan kartu nama secara resmi dipegang vendor itu. Bedanya domain, hosting, dan SSL, termasuk apa yang terjadi kalau salah satunya lupa diperpanjang, kami jelaskan di artikel tentang domain, hosting, dan SSL.
Website satu halaman, atau landing page, tetap bisa menghitung harga tanpa database

Jenis paling sederhana adalah website satu halaman. Kalau halamannya dibuat untuk satu tindakan, biasanya chat WhatsApp, dan jadi tujuan klik dari iklan atau bio Instagram, namanya landing page. Menunya hanya melompat ke bagian lain di halaman yang sama.
Demo Lajur Rental Bali, rental mobil rekaan yang kami bangun, memakai bentuk ini. Menunya berisi Unit & tarif, Atur sewa, Syarat, Antar-jemput, Ketentuan, dan FAQ, semuanya bagian dari satu halaman. Biaya antar ke bandara, pelabuhan, atau hotel kami tata seperti papan penunjuk arah, karena orang yang baru tiba di Bali mencari nama tempatnya lebih dulu. Di bagian Atur sewa, pengunjung memilih unit, cara sewa, tanggal mulai, lama sewa, dan lokasi antar. Halaman itu langsung menghitung perkiraan totalnya, lalu tombol Kirim ke WhatsApp merangkai semua pilihan tadi jadi satu pesan.
Hitungan itu dikerjakan oleh browser di HP pengunjung, dan hasilnya tidak disimpan di mana pun. Tulisan di atas formulirnya pun terus terang: ketersediaan unit dicek manual, dan halaman itu tidak memegang jadwal unit. Karena tidak ada data yang disimpan, demo ini muat di paket Starter kami. Kalkulator dan penyusun pesanan seperti ini bisa dibuat tanpa database, jadi tidak otomatis memindahkan Anda ke paket yang lebih mahal.
Susunan landing page per bagian untuk laundry, florist, sampai wisata ada di kumpulan contoh landing page.
Website beberapa halaman memberi tiap layanan dan artikel alamatnya sendiri
Jenis kedua punya menu yang membuka halaman terpisah: beranda, layanan, tentang, kontak, dan sering juga blog. Website company profile bisa berbentuk begini, tapi untuk perusahaan kecil satu halaman sering sudah cukup. Kirana Logistics, demo perusahaan ekspedisi buatan kami, memuat seluruh company profile-nya di satu halaman, karena layanan, alur kerja, jangkauan kota, dan FAQ-nya masih nyaman dibaca berurutan dari atas ke bawah.
Halaman terpisah mulai berguna kalau satu topik perlu dibaca sendiri. Karena tiap halaman punya alamat dan judulnya sendiri, halaman tentang satu layanan bisa muncul di Google untuk orang yang mencari layanan itu saja. Demo KAWA Coffee, roastery kopi rekaan, dibangun dengan pola ini. Menunya membuka halaman Kopi, Jurnal, Tentang, dan Kontak, ditambah satu tautan ke bagian asal biji di beranda. Jurnalnya berisi catatan soal asal biji, cara menyangrai, dan cara menjaga kopi tetap segar, dengan tiap artikel di alamatnya sendiri dan saringan per kategori.
Bagian seperti Jurnal itulah yang memunculkan pertanyaan soal CMS. Profil perusahaan jarang berubah, sedangkan blog bertambah satu halaman tiap ada artikel baru, dan harus ada yang menerbitkannya. Untuk melihat kapan company profile cukup satu halaman dan kapan perlu dipecah, buka delapan contoh website company profile yang kami urutkan per jenis usaha.
Toko online tanpa checkout cukup berupa katalog, checkout butuh database
Toko online adalah website yang memajang produk untuk dibeli, dan bentuknya ditentukan oleh tempat pembeli membayar.
Bentuk yang paling ringan berupa katalog. Pembeli memilih produk di website, lalu pesanannya dikirim lewat WhatsApp dan pembayarannya diurus di chat. KAWA memakai bentuk ini: panel pesannya merangkai kopi yang dipilih, jumlahnya, dan perkiraan total jadi satu pesan WhatsApp tanpa keranjang. Website seperti ini tidak menyimpan pesanan apa pun, jadi bisa dibangun tanpa database.
Begitu pembeli harus membayar di website, dibutuhkan keranjang dan payment gateway, ditambah database yang mencatat setiap pesanan beserta status bayarnya dan halaman admin tempat Anda memprosesnya. Hitungan biaya kedua bentuk, termasuk perbandingannya dengan potongan Shopee dan Tokopedia, ada di artikel website toko online atau marketplace.
Aplikasi web menyimpan data yang diisi penggunanya, jadi butuh database

Di jenis keempat, website menyimpan data yang diisi penggunanya dan menampilkannya lagi saat mereka kembali, biasanya setelah mereka masuk dengan akun. Sistem booking, portal pelanggan, pendaftaran online, dan aplikasi berlangganan masuk kelompok ini, dan semuanya butuh database serta halaman admin untuk pemiliknya.
Dua produk kami sendiri yang sudah berjalan berbentuk aplikasi web. Di InWebUndang, pasangan membuat undangan pernikahan dari HP, memilih tema, mencoba pratinjaunya tanpa bayar, dan baru membayar saat undangan diterbitkan. Tamu kemudian mengisi RSVP dari undangan itu. Setiap undangan dan jawaban tamunya harus tersimpan atas nama pasangan yang membuatnya, dan itu tugas database.
InWebChatBot memperlihatkan sisi admin. Pemilik website mendaftarkan situsnya di dashboard, menyetujui halaman mana yang boleh jadi bahan jawaban bot, mengatur gaya jawabannya, lalu memasang widget chat dengan satu baris script. Dashboard itu bekerja seperti CMS: pemiliknya mengubah sendiri bahan dan gaya jawaban chatbot tanpa menyentuh kode. Di halaman portfolio-nya, kedua produk ini ditandai paket Enterprise.
CMS adalah panel untuk mengubah isi website tanpa menyentuh kode
CMS singkatan dari content management system, atau sistem pengelola konten. Glosarium MDN, rujukan teknologi web yang dikelola Mozilla, mendefinisikannya sebagai perangkat lunak untuk menerbitkan, menyusun, mengubah, atau menghapus berbagai jenis konten, dari teks sampai gambar, video, dan audio.
Dalam pemakaian sehari-hari, website yang memakai CMS punya dua sisi. Sisi depan dilihat pengunjung. Sisi belakangnya berupa halaman login yang hanya dibuka Anda dan staf Anda, berisi formulir untuk judul, teks, foto, dan harga, dengan tombol untuk menerbitkan. Begitu tombol itu ditekan, halaman depan ikut berubah tanpa ada yang membuka kode.
Kalau sebuah website tidak memakai CMS, yang ada hanya sisi depan, dan setiap perubahan isinya dikerjakan oleh orang yang memegang kodenya.
CMS yang paling banyak dipakai adalah WordPress, disusul platform sewa seperti Shopify dan Wix
Survei W3Techs per 3 Oktober 2026 mencatat WordPress dipakai 40,2% dari semua website yang mereka pantau, atau 58,6% dari website yang CMS-nya berhasil mereka kenali. Di bawahnya ada Shopify 5,4%, Wix 4,2%, dan Squarespace 2,4%. Di survei yang sama, 31,5% website tidak memakai satu pun CMS yang mereka pantau. W3Techs hanya menghitung website yang menurut mereka punya isi atau fungsi berarti, lebih dari 20 juta situs, dan subdomain dihitung satu dengan domain induknya.
Nama-nama itu mewakili cara pakai yang berbeda:
- WordPress dipasang di hosting Anda sendiri. Perangkat lunaknya open source dengan lisensi GPL, dan fiturnya ditambah lewat plugin, misalnya toko atau newsletter. Halaman persyaratannya menyarankan server dengan PHP 8.3 dan MariaDB 10.11 atau MySQL 8.0 ke atas, jadi hosting-nya harus bisa menjalankan database.
- Shopify dan Wix adalah platform sewa: editor, CMS, dan hosting disediakan jadi satu, dan fitur penuhnya dibayar berlangganan. Shopify menawarkan paket bulanan dan tahunan untuk toko online. Wix punya paket gratis dengan alamat berbentuk username.wixsite.com/sitename, dan penanda merek Wix baru bisa dihapus di paket Premium. Biaya dan batasan versi gratis Wix, WordPress.com, dan Google Sites kami bandingkan di cara membuat website untuk usaha.
- Panel admin buatan khusus dibangun di dalam aplikasi web. Formulirnya disusun mengikuti data usaha Anda, misalnya status tiap unit rumah atau jadwal praktik per dokter.
CMS sepadan kalau ada orang yang akan mengubah isi website tiap minggu
Sebelum memesan website, jawab tiga pertanyaan ini:
- Seberapa sering isinya berubah? Profil, layanan, alamat, dan jam buka biasanya berganti sekali atau dua kali setahun. Harga musiman dan promo berganti beberapa kali setahun. Artikel blog atau stok bisa berganti tiap minggu, bahkan tiap hari.
- Siapa yang akan mengubahnya? CMS hanya berguna kalau ada orang yang punya waktu dan mau membuka panelnya. Kalau orangnya belum ada, menurut kami isi website akan tetap basi, ada CMS atau tidak.
- Apa yang berubah? Teks dan foto bisa diurus CMS biasa. Status per item, seperti sisa unit rumah atau kursi tur yang tersisa, adalah data yang berubah setiap ada transaksi dan butuh database di belakangnya.
Untuk pertanyaan pertama, ingat-ingat apa saja yang Anda ubah di brosur atau daftar harga selama tiga bulan terakhir. Kalau daftarnya cuma beberapa baris, website tanpa CMS sudah cukup, dan perubahannya bisa diminta ke pembuat website. Kalau ada perubahan hampir tiap minggu, terutama artikel atau harga, CMS menghemat waktu bolak-balik chat.
Pertanyaan ketiga menentukan apakah CMS saja sudah cukup. Demo Cendana Hills, perumahan rekaan kami, menandai status tiap unit di siteplan, dan demo Sauh Tur & Umroh menulis status kursi tiap keberangkatan. Di kedua demo, status itu kami tulis di kode sebagai contoh. Di website sungguhan, status yang berubah setiap ada pembeli atau pendaftar baru butuh database dan panel admin. Kalau Anda belum siap ke sana, ikuti cara Lajur: tampilkan tarif dan syaratnya, lalu minta pengunjung menanyakan ketersediaan lewat WhatsApp.
CMS yang dipasang sendiri perlu diperbarui, CMS sewaan perlu dibayar terus
Panel admin memudahkan perubahan isi, dan sebagai gantinya ada yang harus dirawat.
WordPress yang dipasang sendiri perlu diperbarui. Panduan pembaruannya meminta pemilik website selalu memakai versi terbaru. Sejak versi 3.7, pembaruan kecil dan pembaruan keamanan bisa terpasang otomatis, sedangkan versi besar tetap harus dipasang dengan menekan tombol Update Now. Plugin juga perlu diikuti: panduan plugin WordPress meminta semua plugin dijaga tetap terbaru demi keamanan dan kinerja website, dan plugin yang tidak diperbarui sejak rilis WordPress terakhir bisa jadi tidak cocok lagi. Kedua panduan itu menyarankan website dicadangkan dulu sebelum diperbarui, jadi harus ada yang rutin membuka panelnya, entah staf Anda atau vendor yang Anda bayar.
Di platform sewa, CMS dan hosting-nya dijalankan oleh platform itu, jadi tidak ada instalasi yang Anda perbarui sendiri. Gantinya, tagihan langganannya berjalan selama website dipakai, dan tampilan serta fiturnya mengikuti apa yang disediakan platform. Panel admin buatan khusus dirawat bersama aplikasinya, dengan database dan hosting yang harus tetap berjalan dan dibayar ke penyedianya.
Website tanpa CMS tidak punya halaman login atau plugin yang perlu dijaga. Kekurangannya, setiap perubahan isi harus diminta ke pembuat website, dan Anda menunggu sampai dikerjakan.
Di InWebsite, Starter dan Business diubah lewat request, panel admin baru ada di Enterprise
Ketiga paket kami ditulis dengan kode, dan bedanya ada di bagian belakang website:
- Starter seharga Rp 1.500.000 berupa satu halaman terstruktur seperti Lajur dan Kirana, dengan tombol WhatsApp, formulir kontak yang dikirim ke email Anda, dan SEO dasar. Paket ini tidak punya katalog maupun CMS, dan masa support satu bulannya khusus untuk perbaikan bug dan error. Halamannya jadi sekitar 3 hari setelah brief dan semua materi Anda kami terima.
- Business seharga Rp 5.000.000 berupa website beberapa halaman, lengkap dengan blog dan katalog, tanpa backend dan tanpa panel login. Selama sebulan masa support, gambar dan artikel blog baru kami pasang atas permintaan Anda. Waktu kerjanya 1 sampai 2 minggu.
- Enterprise dimulai dari Rp 15.000.000 dan berbentuk aplikasi web yang punya database. Dua fitur Tingkat Dasar boleh Anda pilih tanpa biaya tambahan, dan Panel admin CMS untuk mengelola konten sendiri ada di daftar itu, bersama sistem booking dan payment gateway. Fitur Tingkat Dasar berikutnya dihitung antara Rp 2 juta dan Rp 4 juta per fitur. Tim yang akan memakai panelnya mendapat video panduan pemakaian dan pelatihan lewat Zoom selama satu jam.
Untuk kedua paket pertama, biaya perubahan isi sesudah masa support kami tuliskan di proposal, jadi angkanya sudah Anda pegang sebelum website dibuat. Harga Starter dan Business sudah mencakup domain .com, hosting, dan SSL untuk tahun pertama. Di Enterprise, akun hosting, database, storage, dan domain dibuat atas nama Anda, jadi tagihannya Anda terima langsung dari penyedia masing-masing.
Kalau Anda belum yakin isinya akan sering berubah, memulai dari paket tanpa panel admin juga tidak mengunci Anda, karena saat naik paket Anda cukup membayar selisihnya. Kalau yang Anda butuhkan website perusahaan, pilihan satu halaman atau beberapa halaman kami bahas di jasa pembuatan website company profile. Tabel banding ketiga paket, termasuk baris Edit konten sendiri (CMS), ada di halaman harga.
Langkah berikutnya
Bandingkan isi tiap paket berdampingan, atau lihat hasil jadi yang bentuknya paling dekat dengan usaha Anda.
Artikel lain
Cara Membuat Website untuk Usaha: Gratis, Builder, atau Jasa
Cara membuat website usaha: gratis di Google Sites, Wix, atau WordPress.com, builder berbayar, WordPress sendiri, atau jasa, dengan biaya dan batasnya.
NIB UMKM: Cara Membuat di OSS dan Dipakai untuk Apa
Cara membuat NIB UMKM perorangan di OSS tanpa biaya, syarat yang perlu disiapkan, memilih KBLI 2025, dan gunanya untuk Shopee, TikTok Shop, dan halal.
