Lewati ke konten

Contoh Website Toko Online vs Marketplace: Hitungan Biayanya

10 menit bacaInWebsite

Jawaban singkat

Marketplace cukup selama sebagian besar pembeli menemukan toko Anda lewat pencarian di aplikasinya. Website sendiri menghemat potongan untuk pembeli yang sudah mengenal Anda. Per 3 Oktober 2026, Shopee memotong Rp 10.750 dari tiap pesanan kopi Rp 100.000 di toko Non-Star. Di InWebsite, website katalog dengan pesanan lewat WhatsApp Rp 5.000.000 sekali bayar, sedangkan keranjang dan pembayaran online mulai Rp 15.000.000.

Halaman biaya resmi Shopee yang kami buka pada 3 Oktober 2026 memasang potongan 9,50% untuk kopi dan minuman lain yang dijual toko Non-Star, ditambah Rp 1.250 untuk tiap pesanan. Di Tokopedia, yang aturan biayanya sekarang ditulis bersama TikTok Shop, kategori yang sama kena dua komisi sekaligus, 9,50% dan 6,50%. Pembandingnya di artikel ini adalah website toko online tanpa keranjang yang pesanannya masuk lewat WhatsApp, seperti demo KAWA di bagian pertama. Dengan angka di kedua sisi, pilihan antara website sendiri dan marketplace bisa diputuskan lewat hitungan per pesanan. Kami sendiri menjual jasa pembuatan website. Karena itu setiap angka marketplace di bawah bersumber dari pusat edukasi penjual Shopee dan Tokopedia, dan tautannya kami pasang supaya bisa Anda periksa ulang.

Contoh website toko online tanpa keranjang: pesanan di demo KAWA tersusun jadi pesan WhatsApp

Halaman Kopi di demo website KAWA Coffee: menu navigasi dengan tombol Pesan Kopi, judul Tiga single origin, dipanggang sesuai pesanan, foto tiga kantong kopi, lalu bagian atas tiga kartu produk berlabel Natural, Washed, dan Honey.
KAWA Coffee, demo internal InWebsite

KAWA Coffee adalah demo website roastery kopi yang kami bangun sendiri. Halaman Kopi-nya memuat tiga produk, masing-masing dengan asal biji, tingkat sangrai, catatan rasa, harga per 200 gram, dan tombol Pesan. Tiap produk juga punya halamannya sendiri dengan alamat tetap, misalnya halaman Gayo Natural, yang bisa Anda kirim ke pembeli yang menanyakan satu produk saja.

Tombol pesan membuka panel berjudul Pesan kopi, dengan keterangan "Tanpa keranjang, langsung ke roaster". Di situ pembeli mengatur jumlah tiap kopi, mengisi nama serta kota atau kecamatan untuk ongkir, dan boleh menulis catatan seperti alat seduh yang dipakai. Estimasi totalnya langsung terlihat dengan keterangan belum termasuk ongkir. Tombol Kirim lewat WhatsApp lalu menyusun semua isian itu jadi satu pesan berisi daftar kopi, jumlah dan subtotal tiap kopi, estimasi total, nama, dan kota. Pembeli sendiri yang menekan Kirim.

Pesanan yang masuk lewat panel seperti ini sudah lengkap sejak pesan pertama, jadi balasan Anda bisa langsung berisi total dengan ongkir dan cara bayar. Harga kopi dan janji waktu kirim di demo itu isian contoh.

Kalau produk Anda cuma beberapa dan cukup ditulis sebagai daftar harga di satu halaman, seperti daftar rangkaian per acara di demo Kenanga Florist, paket Starter Rp 1.500.000 masih cukup. Katalog produk dengan halaman per produk masuk paket Business, dan KAWA kami bangun di basis itu karena memakai halaman per produk, jurnal, dan animasi yang mengikuti gulir.

Lihat demo KAWA Coffee · Lihat demo Kenanga Florist

Di Shopee, toko Non-Star dipotong 2,5% sampai 10% dari harga produk, ditambah Rp 1.250 per pesanan

Ringkasan biaya di Pusat Edukasi Penjual Shopee, yang terakhir diperbarui 31 Juli 2026, membedakan biayanya menurut tipe penjual. Toko di luar program Star, Star+, dan Shopee Mall berstatus Non-Star, dan untuknya ada dua potongan per pesanan:

  • Biaya administrasi, yang persentasenya ditentukan kategori produk, dari 2,50% sampai 10,00%. Dasarnya harga produk setelah dikurangi diskon atau voucher yang Anda tanggung sendiri, dan ongkos kirim tidak ikut dihitung. Di rincian per kategori, kopi, teh, dan minuman lain kena 9,50%, sedangkan dress dan atasan wanita 8,25%.
  • Biaya proses pesanan, Rp 1.250 untuk tiap pesanan yang selesai.

Menurut halaman biaya administrasi, biaya administrasi itu sudah termasuk PPN dan diambil otomatis saat dana penjualan dilepas ke saldo penjual. Toko yang mengunggah produk pertamanya antara 1 Januari 2025 dan 31 Juli 2026 masih bebas biaya administrasi sampai lewat 50 pesanan atau 6 bulan, mana yang lebih dulu. Toko yang mengunggah produk pertama mulai 1 Agustus 2026 menanggung keduanya sejak pesanan pertama.

Potongannya bertambah kalau Anda ikut program opsional. Gratis Ongkir XTRA untuk produk berukuran biasa menambah 1% sampai 8% dengan batas Rp 40.000 per produk, sedangkan Promo XTRA menambah 4,50%. Kalau semua program opsional diikuti dan Anda juga menjual produk pre-order, ringkasan Shopee sendiri menulis totalnya 11% sampai 25,50% ditambah Rp 1.250 per pesanan.

Di Tokopedia, komisi platform dan komisi dinamis dipotong bersamaan

Pusat edukasi penjual Tokopedia sekarang mengarahkan pembacanya ke Tokopedia & TikTok Shop Academy, dan aturan biaya di sana ditulis untuk penjual di kedua aplikasi. Menurut Pengenalan Biaya Penjual yang diperbarui 15 September 2026, toko non-Mall menanggung empat potongan utama:

  • Komisi platform, dihitung dari harga produk dikurangi diskon penjual, 2,5% sampai 12,20% tergantung jenis penjual dan subkategori. Di tabel tarif yang berlaku sejak 18 Mei 2026, tarif bawaan penjual non-Mall untuk subkategori minuman 9,50% dan untuk gaun wanita 9,25%.
  • Komisi dinamis, dari dasar yang sama: 6,50% untuk makanan dan minuman dan 8% untuk pakaian wanita, dengan batas Rp 60.000 per produk. Tokopedia menyebutnya paket manfaat promosi dasar, yang memberi akses ke program gratis ongkir, dan mengenakannya pada semua pesanan yang berhasil dikirim, termasuk yang kemudian diretur.
  • Biaya pemrosesan pesanan, Rp 1.250 per pesanan terkirim, berapa pun jumlah produk di dalamnya. Penjual baru dibebaskan untuk 50 pesanan pertama lewat pengembalian dana di akhir bulan.
  • Biaya layanan logistik, Rp 540 sampai Rp 5.060 per pesanan tergantung berat paket dan rute kirim. Penjual yang menanggungnya, dan angkanya tidak ditampilkan ke pembeli saat checkout.

Semua tarif itu sudah termasuk pajak. Komisi platform bisa lebih rendah untuk toko yang memasang iklan GMV Max atau ikut program Growth Xtra, jadi angka di atas adalah tarif tanpa kedua program itu.

Satu kantong kopi Rp 100.000 terpotong Rp 10.750 di Shopee dan sampai Rp 22.310 di Tokopedia

Untuk membandingkan keduanya, kami memakai satu pesanan yang sama: satu kantong kopi Rp 100.000 tanpa diskon dari penjual, dijual toko Non-Star atau non-Mall yang tidak ikut program opsional dan sudah lewat masa bebas biaya penjual baru.

  • Shopee: biaya administrasi 9,50% dari Rp 100.000 adalah Rp 9.500, ditambah biaya proses pesanan Rp 1.250. Totalnya Rp 10.750, dan yang masuk ke saldo Anda Rp 89.250.
  • Tokopedia: komisi platform Rp 9.500, komisi dinamis Rp 6.500, dan biaya pemrosesan Rp 1.250, ditambah biaya logistik Rp 540 sampai Rp 5.060. Totalnya Rp 17.790 sampai Rp 22.310, sehingga yang masuk Rp 77.690 sampai Rp 82.210.

Ongkos kemasan dan iklan belum masuk hitungan ini. Untuk produk Anda sendiri, ganti persentasenya dengan angka kategori Anda di tabel tadi. Dress seharga Rp 150.000, misalnya, kena biaya administrasi Shopee Rp 12.375.

Sebagai gantinya, marketplace membawa pembeli yang sedang mencari produk di dalam aplikasinya, dan di Tokopedia komisi dinamis juga memberi akses ke program gratis ongkir. Menurut kami potongan itu sepadan untuk pembeli yang tidak akan pernah menemukan toko Anda tanpa aplikasi tersebut.

Website sendiri baru menghemat untuk pesanan dari pembeli yang sudah mengenal toko Anda

Pelanggan lama tetap kena potongan yang sama tiap kali memesan ulang lewat aplikasi. Untuk melihat kapan memindahkan pesanan mereka ke website sendiri mulai terbayar, bagi harga website dengan potongan per pesanan tadi. Dengan paket Business kami, Rp 5.000.000, hasilnya sekitar 465 pesanan untuk Shopee, atau 224 sampai 281 pesanan untuk Tokopedia. Kalau 40 pesanan per bulan dari pelanggan lama pindah ke website, angka Shopee itu tercapai dalam hampir 12 bulan. Hitungan ini cuma membandingkan biaya. Website tidak mendatangkan pembeli baru seperti pencarian di marketplace, jadi orang perlu tahu alamatnya dulu dari kemasan, bio, atau Google.

Mulai tahun kedua, website punya tagihannya sendiri: perpanjangan domain dan hosting yang dibayar langsung ke penyedianya. Untuk .com, perpanjangan di registrar yang kami cek berkisar Rp 201.000 sampai Rp 215.000 per tahun, rinciannya di artikel harga domain. Pekerjaan yang di marketplace diurus aplikasinya juga pindah ke tangan Anda: mencocokkan transfer yang masuk, lalu menghitung ongkir dan memesan kurir.

Marketplace saja sudah cukup kalau:

  • hampir semua pesanan datang dari orang yang menemukan produk Anda lewat pencarian di aplikasi, dan mereka memilih karena voucher atau gratis ongkir di sana
  • Anda belum punya waktu membalas chat pesanan dan mencocokkan transfer satu per satu

Website sendiri mulai masuk akal kalau:

  • banyak pesanan datang dari pelanggan lama, pengikut Instagram, atau reseller yang sudah tahu produk Anda
  • pembeli sering minta dikirimi katalog sebelum memesan
  • Anda ingin satu alamat untuk kemasan dan bio yang tetap sama apa pun perubahan aturan di platform

Halaman biaya Shopee sendiri menulis bahwa Shopee berhak mengubah syarat dan ketentuannya sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan, dan batas komisi dinamis Tokopedia sudah berubah dua kali tahun ini: Rp 40.000 per produk sebelum 18 Mei 2026, Rp 650.000 sesudahnya, lalu Rp 60.000 sejak 16 September 2026. Website dan marketplace juga bisa berjalan bersamaan, dengan website memuat tautan ke toko marketplace Anda untuk pembeli yang lebih suka memakai voucher atau metode bayar di aplikasinya.

Toko online gratis paling sederhana adalah katalog di WhatsApp Business

Sebelum membayar siapa pun, Anda bisa mencoba katalog di aplikasi WhatsApp Business, yang menurut Pusat Bantuan WhatsApp bisa diunduh gratis. Katalog itu tampil di profil bisnis Anda. Tiap produk wajib punya judul yang unik, minimal satu gambar, dan negara asal, lalu boleh dilengkapi harga, deskripsi, kode produk, dan tautan ke website. Lewat fitur keranjang, pelanggan bisa memasukkan beberapa produk lalu mengirim isi keranjangnya ke Anda sebagai pesan WhatsApp.

Katalog itu menempel di akun WhatsApp Anda dan tidak punya alamat web atas nama usaha Anda. Pembayarannya juga tetap Anda cek sendiri, karena menurut pusat bantuan yang sama fitur pembayaran WhatsApp saat ini hanya tersedia untuk pengguna di Brasil.

Website toko online gratis biasanya berasal dari layanan pembuat website yang memberi alamat subdomain milik mereka, misalnya namatoko.layanan.com. Untuk melihat apakah pembeli mau membuka katalog di browser, alamat seperti itu sudah memadai. Alamatnya tetap milik layanan tersebut. Tampilannya terbatas pada template mereka, dan logo atau iklan layanannya sering ikut tampil. Kalau nanti Anda pindah ke domain sendiri, alamat yang sudah tercetak di kemasan ikut berganti.

Cara membuat website toko online dimulai dari keputusan di mana pembeli membayar

Urutan di bawah kami susun dari keputusan yang paling menggeser biaya:

  • Tentukan tempat pembayaran. Kalau transfer cukup Anda cek di chat, websitenya berupa katalog yang tidak menyimpan pesanan, seperti KAWA. Kalau pembeli harus membayar di halaman itu juga, websitenya butuh keranjang, payment gateway, dan database untuk menyimpan pesanan.
  • Kumpulkan data produk di satu spreadsheet, satu baris per varian: nama, foto, harga, dan berat setelah dikemas untuk menghitung ongkir. Pembuat website mana pun bisa langsung memindahkan tabel seperti itu ke katalog.
  • Tulis aturan pembayaran, pengiriman, dan retur sebelum halamannya dibuat. Di marketplace sebagian aturan itu sudah ditentukan platform, sedangkan di website sendiri Anda yang menetapkannya.
  • Daftarkan domain atas nama usaha Anda sendiri. Kalau vendor yang mendaftarkannya, minta kolom pendaftar diisi nama usaha Anda, lalu periksa hasilnya dengan langkah di artikel tentang pemilik domain.
  • Pasang alamat website di kemasan dan bio Instagram, lalu tautan ke toko marketplace Anda di website.

Kalau yang Anda maksud cara membuat toko online di marketplace, langkah pendaftarannya ada di pusat edukasi penjual masing-masing. Sebelum mendaftar, hitung dulu potongan untuk kategori produk Anda dengan cara di bagian atas.

Harga website toko online: Rp 5.000.000 untuk katalog, mulai Rp 15.000.000 untuk checkout

Toko dengan katalog dan pesanan lewat WhatsApp seperti KAWA kami kerjakan di paket Business seharga Rp 5.000.000. Lama pengerjaannya 1 sampai 2 minggu, dihitung sejak brief dan materi Anda lengkap. Katalognya kami tulis di kode website tanpa backend, dan paket ini memang tidak memuat keranjang atau pembayaran online. Foto produk kami taruh di Cloudflare Storage dan dikirim lewat CDN, jadi halaman katalog tetap ringan dibuka. Di harga itu sudah ada domain .com, hosting, SSL, dan chatbot AI untuk tahun pertama, blog dengan tiga artikel awal, serta satu bulan support untuk perbaikan bug. Selama satu bulan itu juga, gambar dan isi katalog kami perbarui lewat request. Untuk mengubah harga dan stok sendiri kapan saja, Anda butuh panel admin, yang tersedia sebagai fitur di Enterprise.

Keranjang dan pembayaran di website masuk Enterprise. Harga dasarnya Rp 15.000.000 untuk aplikasi dengan database, sudah termasuk dua fitur Tingkat Dasar pilihan Anda. Payment gateway (Midtrans atau Xendit) dan panel admin untuk mengelola konten sendiri sama-sama ada di daftar Tingkat Dasar. E-commerce lengkap dengan katalog, keranjang, dan checkout tercatat sebagai fitur Tingkat Lanjutan, Rp 6 juta sampai Rp 12 juta per fitur.

Jadi toko dengan checkout penuh berarti harga dasar ditambah satu fitur Tingkat Lanjutan itu, dengan payment gateway dan panel admin sebagai dua fitur yang sudah termasuk. Dijumlahkan dari daftar di halaman harga, perkiraannya Rp 21 juta sampai Rp 27 juta. Harga pastinya tertulis di proposal dan tidak berubah setelah pengerjaan dimulai, sedangkan jadwalnya menyesuaikan skala proyek. Untuk Enterprise, hosting, database, storage, dan domain didaftarkan di akun Anda sendiri, dan tagihannya datang langsung dari penyedia masing-masing. Daftar halaman dan fitur yang biasa dipakai toko online ada di halaman jasa pembuatan website toko online, sedangkan perbandingan ketiga paket ada di halaman harga.

Pembayaran online di website sendiri tetap kena biaya per transaksi dari payment gateway. Halaman biaya Midtrans pada 3 Oktober 2026 menulis tanpa biaya pengaturan, 0,7% per transaksi untuk QRIS, dan Rp 4.000 ditambah PPN per transaksi untuk transfer bank. Untuk kopi Rp 100.000 tadi, pembayaran lewat QRIS terpotong Rp 700.

Langkah berikutnya

Bandingkan isi tiap paket berdampingan, atau lihat hasil jadi yang bentuknya paling dekat dengan usaha Anda.