Lewati ke konten

Jasa Pembuatan Website Sekolah

Website sekolah paling ramai dibuka di minggu-minggu menjelang pendaftaran murid baru. Yang membukanya calon wali murid yang sedang membandingkan beberapa sekolah sekaligus, biasanya dari HP dan biasanya malam hari, dengan pertanyaan yang hampir selalu sama: kapan pendaftaran dibuka, syaratnya apa, biayanya berapa, dan sekolahnya seperti apa.

Yang biasanya jadi hambatan sekolah

Informasi penerimaan murid baru biasanya tersebar. Sejak Permendikdasmen No. 3 Tahun 2025 namanya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), menggantikan PPDB, tapi masalahnya tetap sama. Jadwal ada di brosur, syarat di grup WhatsApp, dan biaya baru diberikan kalau ditanyakan langsung ke tata usaha. Akibatnya staf TU menjawab pertanyaan yang sama berulang kali di musim pendaftaran, sementara calon wali murid yang tidak sempat bertanya beralih ke sekolah lain yang informasinya lebih mudah ditemukan.

Masalah kedua adalah website yang terbengkalai. Banyak sekolah pernah punya website, lalu berhenti diperbarui setelah guru yang mengurusnya pindah tugas atau orang yang membuatnya tidak bisa dihubungi lagi. Pengumuman terakhir dari tiga tahun lalu memberi kesan lebih buruk daripada tidak punya website sama sekali. Penyebabnya jarang di teknologi. Isinya dirancang terlalu banyak untuk diurus orang yang ada.

Yang ketiga soal kepemilikan. Domain dan akses website sekolah sering tercatat atas nama perorangan, bukan lembaga. Begitu orang itu pergi, sekolah kehilangan alamatnya sendiri. Untuk lembaga yang umurnya jauh lebih panjang dari masa tugas siapa pun, ini hal pertama yang perlu dibereskan.

Contoh bentuknya untuk sekolah

Kami belum punya demo khusus sekolah formal. Contoh terdekat adalah demo TutorinAja yang kami bangun sendiri untuk lembaga bimbingan belajar, bukan lembaga yang benar-benar beroperasi. Susunannya relevan untuk sekolah: pembagian per jenjang dari SD sampai kuliah, profil pengajar beserta mata pelajarannya, pilihan kelas, dan formulir pendaftaran. Formulir di demo itu bentuk tampilannya saja. Pendaftaran yang benar-benar menyimpan data calon murid butuh database dan kami bahas terpisah.

Tampilan demo website sekolah: TutorinAja Education Platform

Apa saja yang Anda dapat

Untuk sekolah, isi yang benar-benar dicari calon wali murid biasanya ini:

  • Profil singkat: jenjang, akreditasi, kurikulum yang dipakai, dan alamat dengan peta
  • Informasi SPMB dalam satu halaman: jadwal, syarat, alur pendaftaran, dan kontak panitia
  • Biaya pendaftaran dan biaya rutin, ditulis apa adanya, termasuk apa saja yang sudah tercakup
  • Daftar guru dan mata pelajarannya, sejauh yang sekolah izinkan untuk ditampilkan
  • Kegiatan dan ekstrakurikuler, dengan foto yang diambil di sekolah Anda sendiri
  • Pengumuman dan kabar sekolah, kalau ada orang yang benar-benar akan mengisinya
  • Nomor WhatsApp atau telepon tata usaha beserta jam layanannya

Yang tidak kami sarankan: foto murid lengkap dengan nama dan kelasnya tanpa izin tertulis orang tua, dan halaman berita yang tidak ada yang mengisi. Satu halaman SPMB yang selalu benar lebih berguna daripada dua puluh halaman yang terakhir diperbarui tahun lalu.

Harga jasa pembuatan website sekolah

Sekolah yang membutuhkan profil dan informasi SPMB dalam satu halaman cukup dengan paket Starter, Rp 1.500.000, sudah termasuk domain .com, hosting, dan SSL untuk tahun pertama, selesai sekitar 3 hari setelah materi lengkap kami terima.

Paket Business, Rp 5.000.000 dengan pengerjaan 1 sampai 2 minggu, lebih tepat kalau sekolah ingin halaman terpisah untuk profil, guru, kegiatan, dan SPMB, ditambah blog untuk pengumuman yang diterbitkan lewat request. Kalau sekolah ingin pendaftaran online yang menyimpan data calon murid, atau panel admin supaya staf bisa mengubah pengumuman sendiri, itu masuk Enterprise mulai Rp 15.000.000. Rinciannya ada di halaman paket. Hitungan per jenjang, biaya domain .sch.id, dan tagihan tahun kedua kami tulis di artikel biaya pembuatan website sekolah.

Pertanyaan yang sering masuk dari sekolah

Bisa pakai domain .sch.id?

Bisa, dengan catatan. Domain .sch.id khusus untuk sekolah dan pendaftarannya meminta dokumen resmi sekolah, jadi prosesnya lebih lama daripada domain .com. Harga paket kami menghitung domain .com untuk tahun pertama; kalau sekolah memilih .sch.id, selisih dan prosesnya kami jelaskan di proposal sebelum Anda memutuskan. Domainnya didaftarkan atas nama sekolah.

Siapa yang memperbarui pengumuman setelah websitenya jadi?

Itu pertanyaan yang sebaiknya dijawab sebelum website dibuat. Di Starter dan Business tidak ada panel admin, jadi pengumuman baru diterbitkan lewat permintaan ke kami; apa yang sudah termasuk selama masa support dan berapa biayanya setelah itu kami tulis di proposal. Kalau ada staf yang akan mengisi pengumuman tiap minggu, panel admin di Enterprise membuat mereka bisa melakukannya sendiri.

Boleh memasang foto murid?

Boleh dengan izin tertulis orang tua, karena hampir semua murid Anda di bawah umur. Kalau izin seperti itu belum pernah diminta, foto kegiatan yang diambil dari belakang atau dari jauh, ruang kelas, laboratorium, dan lapangan sudah cukup memberi gambaran sekolahnya.

Bisa dibuat pendaftaran murid baru online?

Bisa, di paket Enterprise, karena data calon murid harus disimpan, diperiksa panitia, dan dijaga kerahasiaannya. Untuk sekolah yang pendaftarnya masih bisa dilayani manual, cara yang lebih sederhana sering cukup: halaman SPMB yang lengkap dan jelas, ditambah tautan ke formulir atau nomor WhatsApp panitia. Untuk sekolah negeri, aplikasi pendaftaran daringnya disediakan pemerintah daerah menurut Permendikdasmen No. 3 Tahun 2025, jadi website sekolah cukup menautkan aplikasi itu.

TK dan PAUD juga bisa dibuatkan website?

Bisa, dengan paket yang sama. Orang tua calon murid TK dan PAUD biasanya mencari jam masuk dan pulang, biaya pendaftaran dan iuran bulanan, kegiatan harian, dan siapa gurunya. Satu halaman Starter yang memuat semua itu, ditambah tombol WhatsApp untuk bertanya, biasanya sudah cukup. Untuk foto, aturannya sama dengan jawaban di atas: pakai izin tertulis orang tua.

Sumber data

Langkah berikutnya

Bandingkan isi tiap paket berdampingan, atau baca dulu apa yang perlu Anda siapkan sebelum memesan.