Lewati ke konten

Biaya Pembuatan Website Sekolah: Paket, .sch.id, dan PPDB

10 menit bacaInWebsite

Jawaban singkat

Di InWebsite, website sekolah satu halaman berisi profil dan informasi pendaftaran Rp 1.500.000, versi beberapa halaman dengan berita dan galeri Rp 5.000.000, dan pendaftaran online dengan database mulai Rp 15.000.000. Sekolah negeri tidak perlu membangun yang terakhir, karena pendaftarannya memakai aplikasi pemerintah daerah. Domain .sch.id per 3 Oktober 2026 Rp 49.000 sampai Rp 55.000 per tahun.

Peraturan penerimaan murid baru yang berlaku sejak 28 Februari 2025 menugaskan pemerintah daerah menyediakan aplikasi pendaftaran murid baru secara daring. Bagi sekolah negeri, pos paling mahal dalam anggaran website sekolah, yaitu pendaftaran online dengan database, jadi tidak perlu dibangun sendiri. Sekolah swasta yang tidak bekerja sama dengan pemerintah daerah masih harus menimbangnya sendiri. Harga domain .sch.id di bawah kami catat dari halaman tiga registrar pada 3 Oktober 2026, dan setiap peraturan yang kami kutip kami tautkan ke dokumen aslinya beserta nomor pasalnya, supaya mudah dicek ulang sebelum angkanya masuk ke rencana anggaran sekolah.

Biaya pembuatan website sekolah: Rp 1,5 juta, Rp 5 juta, atau mulai Rp 15 juta

Ketiganya harga paket kami, dibayar sekali tanpa langganan bulanan:

  • Starter, Rp 1.500.000: satu halaman terstruktur yang memuat profil sekolah, informasi pendaftaran, alamat, dan kontak, dengan tombol WhatsApp ke panitia atau tata usaha dan form kontak yang masuk ke email sekolah. Harganya mencakup domain .com, hosting, dan SSL tahun pertama, SEO dasar, serta panduan menyiapkan profil Google My Business sampai terverifikasi. Kalau materinya sudah lengkap, halamannya jadi dalam sekitar 3 hari.
  • Business, Rp 5.000.000: halaman terpisah untuk profil, kegiatan, dan pendaftaran, plus blog untuk pengumuman dengan tiga artikel awal yang kami tulis. Foto kegiatan kami taruh di Cloudflare Storage dan disajikan lewat CDN, supaya galerinya tetap ringan dibuka dari HP. Chatbot AI yang menjawab pengunjung dari isi website ikut di tahun pertama. Pengerjaannya 1 sampai 2 minggu.
  • Enterprise, mulai Rp 15.000.000: aplikasi web dengan database. Di sini pendaftar mengisi formulir yang datanya tersimpan untuk diperiksa panitia. Harga dasarnya sudah memuat dua fitur Tingkat Dasar pilihan sekolah, misalnya panel admin untuk mengganti pengumuman tanpa menghubungi kami.

Starter dan Business tidak punya database. Formulirnya mengirim pesan ke email atau membuka chat WhatsApp, sehingga data calon murid yang masuk tersebar di kotak masuk dan chat panitia, dan harus disalin satu per satu kalau ingin direkap. Demo bimbel TutorinAja yang kami bangun sendiri seukuran Starter: satu halaman yang disusun per jenjang, dengan profil pengajar dan formulir pendaftaran yang baru berupa tampilan.

Di ketiga paket, 50% dibayar di awal dan sisanya setelah website Anda setujui. Dua putaran revisi desain sudah termasuk.

Sekolah negeri tidak perlu membangun pendaftaran online sendiri

Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 mengganti aturan PPDB yang lama dengan Sistem Penerimaan Murid Baru, disingkat SPMB. Pasal 35-nya menugaskan pemerintah daerah menyediakan aplikasi penerimaan murid baru secara daring, dan menurut Pasal 39 calon murid mendaftar dengan mengunggah dokumen ke aplikasi yang ditentukan pemerintah daerah. Di wilayah yang belum punya jaringan, pendaftaran boleh luring dengan fotokopi dokumen. Pengumuman pendaftaran untuk sekolah negeri juga dikeluarkan pemerintah daerah, paling lambat minggu pertama Mei.

Tugas website sekolah negeri adalah menjelaskan aplikasi itu kepada orang tua. Pasal 36 meminta sekolah menyosialisasikan penerimaan murid baru kepada orang tua dan calon murid, antara lain lewat media sosial milik sekolah, papan pengumuman, atau kanal informasi lain yang bisa diakses masyarakat. Halaman pendaftaran di website sekolah negeri menurut kami cukup memuat:

  • tautan langsung ke aplikasi SPMB daerah Anda
  • isi pengumuman resmi sesuai Pasal 38: persyaratan, tanggal pendaftaran, jalur yang dibuka, daya tampung, tanggal pengumuman hasil seleksi, dan ketentuan bahwa pendaftaran tidak dipungut biaya
  • tempat dan jam layanan pendampingan di sekolah

Butir terakhir datang dari Pasal 39 ayat (4). Pemerintah daerah dan/atau sekolah menyediakan pendampingan bagi calon murid yang tidak mampu mendaftar daring sendiri, paling sedikit untuk membuka laman pendaftaran, membuat akun, dan mengunggah dokumen. Orang tua yang butuh bantuan itu perlu tahu harus datang ke ruangan mana dan jam berapa.

Untuk isi sebanyak ini, Starter sudah cukup. Business baru perlu kalau sekolah juga ingin halaman kegiatan, berita, dan galeri sendiri.

Sekolah swasta baru butuh PPDB online saat chat panitia tidak lagi terkejar

Pasal 38 menyebut pengumuman pendaftaran oleh pemerintah daerah berlaku untuk sekolah negeri dan sekolah swasta yang dilibatkan lewat kerja sama, dan Pasal 28 meminta sekolah swasta yang dilibatkan itu mengikuti petunjuk teknis pemerintah daerah. Sekolah swasta di luar kerja sama, menurut bacaan kami, mengurus pendaftarannya sendiri atau lewat yayasan. Pilihannya dua: halaman informasi ditambah formulir atau WhatsApp panitia, atau pendaftaran online yang menyimpan data di database.

Cara pertama kami anggap masih cukup selama panitia bisa membalas tiap pendaftar secara pribadi dan berkasnya diperiksa langsung saat daftar ulang. Pendaftaran online mulai masuk akal kalau:

  • pendaftar datang dalam satu gelombang pendek, dan beberapa anggota panitia perlu melihat daftar yang sama beserta status berkas tiap pendaftar
  • orang tua perlu menerima jadwal tes atau hasil seleksi lewat pemberitahuan, tanpa bertanya satu per satu

Harga dasar Enterprise, Rp 15.000.000, sudah memuat fondasi aplikasi (database, API, deploy, dan serah terima) serta dua fitur Tingkat Dasar. Untuk PPDB, dua yang menurut kami paling berguna adalah login bertingkat dan notifikasi email serta WhatsApp otomatis ke pendaftar. Login bertingkat membuat panitia, tata usaha, dan kepala sekolah punya hak akses yang berbeda. Kalau biaya formulir dibayar di website, payment gateway jadi fitur ketiga seharga Rp 2 juta sampai Rp 4 juta. Hosting, database, dan domainnya memakai akun sekolah dan ditagih langsung oleh penyedianya. Harga pastinya kami kunci di proposal sebelum pengerjaan dimulai.

Data calon murid adalah data anak. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi menggolongkannya sebagai data pribadi yang bersifat spesifik (Pasal 4), dan Pasal 25 meminta pemrosesannya diselenggarakan secara khusus dengan persetujuan orang tua atau wali. Pasal 34 memasukkan pemrosesan data spesifik ke golongan berisiko tinggi, yang mewajibkan pengendali datanya melakukan penilaian dampak. Pengendali adalah pihak yang menentukan tujuan pemrosesan, dan dalam pendaftaran murid baru, menurut bacaan kami, itu sekolah. Definisi data pribadi di Pasal 1 mencakup data yang diolah lewat sistem elektronik maupun nonelektronik, jadi formulir gratis dan chat WhatsApp ikut tercakup.

Sebelum membangun PPDB online, tentukan dulu data apa yang benar-benar dibutuhkan dan siapa saja yang boleh membukanya. Penilaian dampaknya sendiri di luar keahlian kami, jadi mintalah pendapat orang yang memang menangani pelindungan data.

Domain .sch.id Rp 49.000 sampai Rp 55.000 per tahun, syaratnya surat keterangan kepala sekolah

Kebijakan Pendaftaran Nama Domain PANDI versi 10.0 bertanggal 29 Agustus 2025. Butir 8.4-nya memperuntukkan .sch.id bagi lembaga pendidikan dasar dan menengah di bawah kementerian yang membidangi pendidikan, agama, maupun kementerian lain, termasuk pendidikan nonformal yang diakui satuan kerja perangkat daerah. SD, SMP, SMA, SMK, dan madrasah di bawah Kementerian Agama masuk ke sini. Dokumennya:

  • sekolah resmi: surat keterangan kepala sekolah atau kepala lembaga, ditambah KTP-el, paspor, atau identitas lain yang sah
  • pendidikan nonformal yang diakui pemerintah daerah: SK pendirian lembaga dari kementerian atau SKPD terkait, ditambah identitas yang sama

Daftar itu tidak memuat NPSN atau surat dari dinas pendidikan, dan halaman ekstensi PANDI menulis dua syarat yang sama. Kampus memakai .ac.id dengan syarat lain, sedangkan pondok pesantren punya .ponpes.id. TK dan PAUD tidak disebut tersurat di butir .sch.id, jadi tanyakan dulu ke registrar sebelum membayar.

Harga yang tercantum pada 3 Oktober 2026:

  • Rumahweb: Rp 50.000 per tahun, perpanjangan Rp 50.000, restore Rp 300.000.
  • IDCloudHost: Rp 50.000 untuk pendaftaran dan Rp 55.000 untuk perpanjangan.
  • Jagoan Hosting: Rp 49.000 untuk pendaftaran dan perpanjangan, restore Rp 500.000. Halaman ini juga menyediakan contoh surat keterangan kepala sekolah yang bisa diunduh.

Perpanjangan .sch.id kira-kira seperempat perpanjangan .com, yang pada tanggal yang sama kami catat Rp 201.000 sampai Rp 215.000 per tahun di artikel harga domain. Restore adalah biaya memulihkan domain yang terlambat diperpanjang, dan di dua registrar tadi nilainya 6 sampai 10 kali harga perpanjangan. Urutan masa tenggang untuk domain berakhiran .id, termasuk .sch.id, ada di artikel yang sama.

Rumahweb menulis bahwa ekstensi bersyarat seperti .sch.id baru aktif setelah persyaratannya terverifikasi, jadi siapkan surat dan KTP sebelum memesan. Domain yang sudah termasuk di Starter dan Business adalah .com untuk tahun pertama. Kalau sekolah ingin .sch.id, bilang sejak konsultasi gratis (sekitar 30 menit) supaya selisih biayanya tertulis di proposal. Minta juga data registran, yaitu pemegang domain, diisi nama sekolah.

Tahun kedua, sekolah membayar domain dan hosting ke penyedianya, ditambah biaya pembaruan isi

Di Starter dan Business, domain, hosting, dan SSL tahun pertama sudah lunas di harga paket. Mulai tahun kedua, sekolah menerima tagihan perpanjangan dari penyedianya dan membayar atas nama sekolah sendiri. Kami bantu mengurus perpanjangan itu dan membandingkan pilihan penyedianya tanpa biaya tambahan. Perpanjangan .sch.id Rp 49.000 sampai Rp 55.000 per tahun di registrar tadi. Besarnya biaya hosting mengikuti penyedia dan paket hosting yang dipilih. Enterprise berbeda: tagihan hosting, database, dan domain sudah datang ke akun sekolah sejak awal.

Pos kedua yang perlu dianggarkan adalah pembaruan isi. Masa support semua paket satu bulan setelah website tayang. Di Starter, masa itu khusus untuk perbaikan bug dan error. Di Business, selama sebulan itu kami juga menambah gambar dan menerbitkan artikel blog lewat request, dan biaya perubahan isi sesudahnya kami tulis di proposal. Sekolah yang punya operator untuk mengganti pengumuman tiap minggu lebih cocok memilih panel admin, salah satu fitur Tingkat Dasar di Enterprise, yang serah terimanya disertai video panduan dan pelatihan lewat Zoom satu jam.

Kalau tidak ada yang akan memperbarui website tiap minggu, kami sarankan bagian yang berubah tiap tahun, seperti jadwal pendaftaran dan biaya, ditaruh di satu halaman saja, supaya pembaruan tahunannya cukup satu permintaan.

Website SD, SMP, SMA, dan SMK perlu menjawab pertanyaan pendaftaran yang berbeda

Isi umum website sekolah, dari profil sampai kontak tata usaha, sudah kami daftar di halaman jasa pembuatan website sekolah. Bedanya per jenjang datang dari aturan penerimaannya.

Untuk SD, SMP, dan SMA yang ikut SPMB daerah, Pasal 6 Permendikdasmen 3/2025 membuka jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi, dengan jalur prestasi dikecualikan untuk SD. Orang tua perlu tahu jalur mana yang cocok untuk anaknya, jadi halaman pendaftaran layak menjelaskan tiap jalur dengan bahasa sehari-hari. Menurut definisi di Pasal 1, afirmasi untuk calon murid dari keluarga ekonomi tidak mampu dan penyandang disabilitas, sedangkan mutasi untuk anak yang pindah domisili karena orang tuanya pindah tugas dan untuk anak guru yang mendaftar di sekolah tempat orang tuanya mengajar.

SMK berbeda. Pasal 48 menyeleksi calon murid kelas 10 SMK dengan rapor lima semester terakhir, prestasi, dan tes bakat dan minat sesuai bidang keahlian yang dipilih, dengan kriteria dari sekolah serta dunia usaha, dunia industri, atau asosiasi profesi. Karena itu kami sarankan tiap program keahlian di website SMK punya halamannya sendiri, yang menjelaskan bentuk tes bakat dan minatnya beserta mitra industri yang ikut menyusun kriterianya, kalau memang ada. Isi seperti itu butuh beberapa halaman dan masuk Business.

Sekolah swasta yang menyeleksi lewat tes masuk atau wawancara sebaiknya menulis tahapannya berurutan, lengkap dengan tanggal tiap tahap.

Cara membuat website sekolah: siapkan surat kepala sekolah dan materi sebelum Mei

Kalau website ingin dipakai untuk musim pendaftaran berikutnya, kerjakan dengan urutan ini:

  • Pastikan apakah pendaftaran sekolah Anda berjalan di aplikasi SPMB daerah. Jawabannya menentukan paket: halaman informasi di Starter atau Business, atau pendaftaran online di Enterprise.
  • Tunjuk satu orang yang memegang isi website, misalnya operator sekolah atau wakil kepala bidang humas, dan tentukan siapa yang menyetujui pengumuman sebelum terbit.
  • Urus domain .sch.id dengan surat keterangan kepala sekolah dan KTP, karena aktivasinya menunggu verifikasi.
  • Kumpulkan logo, foto kegiatan yang izin tampilnya sudah jelas, teks profil, dan data pendaftaran tahun ini. Hitungan 3 hari untuk Starter dan 1 sampai 2 minggu untuk Business dimulai sejak materi ini lengkap.

Pengumuman pendaftaran sekolah negeri keluar paling lambat minggu pertama Mei (Pasal 38 ayat 3). Kalau website dibuat sebelum itu, tanyakan di proposal bagaimana jadwal resminya dimasukkan nanti, karena masa support Starter khusus untuk perbaikan bug. Sekolah yang memilih menunggu pengumuman itu masih bisa memakai Starter, sebab hitungan 3 harinya dimulai saat materi, termasuk jadwal resmi, kami terima lengkap. Tabel banding Starter, Business, dan Enterprise baris per baris ada di halaman harga.

Langkah berikutnya

Bandingkan isi tiap paket berdampingan, atau lihat hasil jadi yang bentuknya paling dekat dengan usaha Anda.