Lewati ke konten

Jasa Pembuatan Website Kontraktor

Calon klien kontraktor jarang memutuskan dari satu percakapan. Pemilik rumah yang mau renovasi, pengembang yang mencari pelaksana, atau bagian pengadaan perusahaan biasanya membandingkan beberapa nama dulu, dan yang dibandingkan hampir selalu sama: proyek apa yang pernah dikerjakan, badan usahanya terdaftar atau tidak, dan siapa yang bisa dihubungi. Website kontraktor yang baik menjawab ketiganya sebelum mereka sempat bertanya.

Yang biasanya jadi hambatan usaha kontraktor

Bukti kerja kontraktor biasanya tersimpan di galeri HP pemiliknya. Foto proyek dikirim satu per satu lewat WhatsApp setiap kali ada calon klien bertanya, tanpa keterangan lokasi, jenis pekerjaan, atau tahun selesainya. Calon klien yang menerima dua puluh foto rumah jadi tetap tidak tahu mana yang dibangun dari nol dan mana yang hanya dicat ulang, padahal itu yang dia perlukan untuk menilai apakah pengalaman Anda cocok dengan pekerjaannya.

Masalah kedua muncul saat kliennya badan usaha. Perusahaan dan instansi memeriksa Sertifikat Badan Usaha (SBU) kontraktornya dan Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) tenaga ahlinya, karena keduanya wajib menurut UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, yang sudah diubah lewat UU Cipta Kerja. Data itu bisa dicek siapa saja di portal LPJK Kementerian PU. Kontraktor yang mencantumkan nama badan usaha, NIB, dan subklasifikasi SBU-nya di website memudahkan pemeriksaan itu, sementara yang tidak mencantumkannya membuat calon klien mencari sendiri atau berhenti di tahap itu.

Yang ketiga soal campuran pembaca. Satu kontraktor bisa melayani renovasi rumah tinggal dan pembangunan gudang sekaligus, dan dua kelompok itu mencari hal yang berbeda. Pemilik rumah ingin tahu cara kerja, lama pengerjaan, dan kisaran biaya per jenis pekerjaan. Bagian pengadaan perusahaan ingin legalitas, pengalaman di proyek sejenis, dan kontak resmi. Halaman yang mencampur keduanya dalam satu deret foto tidak menjawab salah satunya dengan tuntas.

Contoh bentuknya untuk usaha kontraktor

Belum ada demo khusus kontraktor, jadi yang tersemat di sini demo perumahan Cendana Hills yang kami bangun sendiri sebagai contoh bentuk, bukan website pengembang atau kontraktor sungguhan. Bagian yang paling dekat dengan kebutuhan kontraktor adalah kartu tipe rumahnya: di website kontraktor, kartu yang sama berisi satu proyek selesai lengkap dengan jenis pekerjaan, kota, dan tahunnya. Alur empat langkah dari survei sampai serah terima juga bisa dipakai untuk menjelaskan cara kerja Anda, dan penjadwalan kunjungan lewat WhatsApp tinggal diubah jadi permintaan survei lokasi.

Tampilan demo website kontraktor: Cendana Land

Apa saja yang Anda dapat

Untuk kontraktor, isi yang biasanya diperiksa calon klien sebelum menghubungi:

  • Portofolio proyek per jenis pekerjaan, misalnya rumah tinggal, ruko, gudang, dan renovasi, tiap proyek dengan foto, kota, tahun selesai, dan lingkup pekerjaannya
  • Daftar layanan beserta batasnya, termasuk jenis pekerjaan yang tidak Anda ambil
  • Area kerja yang benar-benar Anda layani, supaya calon klien di luar area tidak menunggu jawaban yang ujungnya penolakan
  • Legalitas: nama badan usaha sesuai SBU, NIB, subklasifikasi dan kualifikasi SBU, serta tautan ke portal LPJK supaya calon klien bisa mencocokkannya sendiri
  • Cara kerja dari survei, penyusunan RAB, kontrak, pelaksanaan, sampai serah terima, dengan perkiraan lama tiap tahap kalau Anda punya angkanya
  • Tombol WhatsApp untuk permintaan survei, dengan pesan pembuka yang menanyakan lokasi dan jenis pekerjaan
  • Domain atas nama badan usaha Anda, supaya alamat yang tercetak di kop surat dan dokumen penawaran tetap milik Anda

Yang tidak kami sarankan: menampilkan nama klien, alamat lengkap, atau nilai kontrak tanpa izin pemilik proyeknya. Foto hasil kerja, jenis bangunan, dan kotanya sudah cukup untuk menunjukkan pengalaman Anda.

Harga jasa pembuatan website kontraktor

Kontraktor dengan sedikit proyek yang ingin ditampilkan bisa mulai dari paket Starter, Rp 1.500.000: satu halaman berisi layanan, beberapa proyek pilihan, legalitas, dan kontak, sudah termasuk domain .com, hosting, dan SSL untuk tahun pertama, selesai sekitar 3 hari setelah materi lengkap kami terima.

Kalau portofolionya banyak dan tiap proyek butuh galeri sendiri, paket Business, Rp 5.000.000 dengan pengerjaan 1 sampai 2 minggu, lebih sering pas. Di paket itu foto disimpan di CDN Cloudflare supaya galeri tetap cepat dibuka di HP, dan ada ruang untuk halaman terpisah per layanan serta blog. Laporan progres yang hanya bisa dibuka klien dengan login butuh database dan panel admin, jadi itu paket Enterprise, mulai Rp 15.000.000. Perbandingan isinya ada di halaman paket.

Pertanyaan yang sering masuk dari usaha kontraktor

Berapa biaya pembuatan website kontraktor?

Mulai Rp 1.500.000 dengan paket Starter untuk satu halaman berisi layanan, proyek pilihan, legalitas, dan kontak. Portofolio yang banyak dengan galeri per proyek biasanya masuk paket Business, Rp 5.000.000. Keduanya sudah termasuk domain .com, hosting, dan SSL tahun pertama, tanpa biaya langganan bulanan ke kami.

Perlukah SBU dicantumkan di website?

Kalau Anda melayani perusahaan atau instansi, sebaiknya ya. Cantumkan nama badan usaha persis seperti di SBU, NIB, serta subklasifikasi dan kualifikasinya, lalu tautkan portal pencarian badan usaha milik LPJK. Calon klien bisa mencocokkan datanya sendiri tanpa harus meminta salinan dokumen lebih dulu.

Foto proyek apa yang sebaiknya dipakai?

Foto proyek yang Anda kerjakan sendiri, idealnya sebelum dan sesudah dari sudut yang sama. Sebelum menampilkan alamat, nama gedung, atau wajah penghuninya, minta izin pemilik proyeknya. Foto contoh dari internet justru berisiko, karena calon klien yang jeli bisa menemukan sumber aslinya.

Bisakah klien memantau progres proyeknya di website?

Bisa, dan bentuknya menentukan paket. Galeri progres yang terbuka untuk umum bisa diperbarui lewat request di paket Business selama 1 bulan masa support. Halaman progres per klien yang dibuka dengan login butuh database dan panel admin, jadi masuk paket Enterprise.

Sumber data

Langkah berikutnya

Bandingkan isi tiap paket berdampingan, atau baca dulu apa yang perlu Anda siapkan sebelum memesan.