Lewati ke konten

Siapa Pemilik Domain Websitemu? Cek Sebelum Menyesal

8 menit bacaInWebsite

Jawaban singkat

Cek pemilik domain lewat pencarian WHOIS: ketik nama domain Anda, lalu baca kolom Registrant Name dan Registrant Email. Kalau datanya tersamar, itu biasanya fitur privasi registrar. Tercatat sebagai pemilik belum cukup; pastikan Anda juga bisa masuk ke akun registrar-nya. Kalau domain atas nama vendor, minta perubahan data pendaftar dengan menyebut hal teknisnya.

Domain website Anda mungkin sudah berjalan bertahun-tahun tanpa satu pun masalah, dan justru itu alasan kenapa nama yang tercatat di sana hampir tidak pernah dicek. Pemeriksaannya gratis, bisa Anda kerjakan sendiri dalam lima menit, dan hasilnya cuma dua kemungkinan: nama Anda, atau nama orang lain. Kemungkinan kedua pun umumnya masih bisa dibereskan lewat satu pesan yang sopan, selama Anda tahu persis apa yang sedang Anda minta.

Mengecek nama pemilik domain butuh lima menit dan tidak perlu izin siapa pun

Tiap domain yang terdaftar punya catatan pendaftaran yang bisa dilihat publik, dan pencariannya disebut WHOIS. Anda tidak perlu login, tidak perlu password, dan tidak perlu memberi tahu vendor bahwa Anda sedang memeriksanya.

Caranya: buka salah satu situs pencarian WHOIS yang ada di internet, ketik nama domain Anda tanpa https dan tanpa www, lalu tekan cari. Hampir semua penyedia domain besar juga menyediakan halaman pencarian yang sama di situsnya sendiri, jadi pakai mana saja yang Anda temukan duluan. Hasilnya seharusnya seragam, karena semuanya membaca catatan yang sama dari registrar tempat domain itu terdaftar. Kalau domain Anda berekstensi .id, registri .id punya halaman pencariannya sendiri, dan data yang ditampilkan untuk ekstensi Indonesia bisa berbeda susunannya dari .com.

Artikel ini mengasumsikan Anda sudah punya domain yang aktif. Kalau istilah domain, hosting, dan SSL sendiri masih terasa kabur, dasarnya kami tulis terpisah di artikel domain, hosting, dan SSL untuk orang awam.

Lima baris dari hasil pencarian itu yang benar-benar menentukan

Hasil WHOIS biasanya panjang dan penuh istilah teknis. Yang perlu Anda baca cuma lima.

  • Registrant Name atau Registrant Organization. Inilah nama yang diakui sebagai pemilik domain kalau suatu hari ada perselisihan.
  • Registrant Email. Ke alamat inilah semua peringatan perpanjangan dan semua permintaan persetujuan perubahan dikirim. Kalau alamatnya bukan alamat Anda, Anda tidak akan pernah menerima satu pun dari peringatan itu.
  • Registrar. Perusahaan tempat domain itu terdaftar. Ini menentukan panel siapa yang harus Anda buka kalau nanti mau mengubah sesuatu.
  • Creation Date dan Expiry Date. Tanggal domain pertama didaftarkan dan tanggal sewanya habis. Simpan tanggal kedua di kalender Anda sendiri, bukan cuma di ingatan.
  • Domain Status. Di sini sering muncul kode seperti clientTransferProhibited. Itu kunci transfer standar yang dipasang registrar supaya domain tidak bisa dipindahkan diam-diam, dan hampir semua domain sehat memilikinya.

Dari lima baris itu, dua yang pertama menjawab pertanyaan judul artikel ini. Sisanya menentukan seberapa cepat Anda bisa bertindak kalau jawabannya tidak Anda sukai.

Nama yang tersembunyi hampir selalu fitur privasi bawaan registrar

Di kolom pendaftar sering muncul tulisan seperti Redacted for Privacy, Data Protected, atau nama sebuah perusahaan perlindungan privasi, ditemani email yang jelas-jelas acak. Ini fitur yang banyak registrar pasang otomatis, sebagian gratis, sebagian berbayar. Gunanya menutup nama, nomor telepon, dan email Anda dari penjual database dan pengirim spam yang rutin menyisir catatan domain.

Jadi hasil yang tersamarkan tidak memberi tahu apa pun soal siapa pemiliknya, ke dua arah sekaligus. Domain yang memang atas nama Anda bisa tampil seperti itu, dan domain yang atas nama vendor juga bisa. Yang tersembunyi cuma tampilannya; catatan aslinya tetap tersimpan di registrar.

Untuk menembusnya ada dua jalan. Masuk sendiri ke panel registrar dengan akun Anda dan buka halaman data pendaftar, atau minta vendor mengirimkan tangkapan layar halaman itu. Permintaan yang kedua terdengar canggung, tapi wajar dan lumrah dipenuhi. Vendor yang mengelola domain dengan rapi bisa mengambilnya dalam waktu kurang dari semenit.

Tercatat sebagai pemilik belum berarti Anda bisa masuk ke panelnya

Ini bagian yang paling sering luput, termasuk oleh orang yang sudah mengecek WHOIS dan merasa aman karena namanya sudah benar.

Ada dua hal yang terpisah. Pertama, nama di data pendaftar, yaitu siapa yang diakui sebagai pemilik di atas kertas. Kedua, akun registrar tempat domain itu duduk, yang dikunci oleh satu email dan satu password. Semua tindakan nyata dijalankan dari dalam akun: mengarahkan domain ke hosting baru, mengubah DNS, meminta kode otorisasi, atau memulai perpindahan. Anda bisa berada di kolom pemilik dan tetap harus menunggu balasan orang lain tiap kali ingin mengubah satu baris.

Ujinya gampang dan sebaiknya Anda lakukan hari ini juga, selagi tidak ada yang mendesak. Coba login ke panel registrar. Kalau Anda tidak punya passwordnya, coba fitur lupa password, lalu perhatikan ke alamat mana tautan pemulihannya dikirim. Kalau alamat itu bukan alamat Anda, aksesnya memang ada di tangan orang lain, seberapa pun benar nama di kolom pendaftar.

Susunan paling sehat: domain duduk di akun registrar atas nama dan email Anda sendiri, lalu vendor Anda beri akses seperlunya untuk mengerjakan tugasnya. Ini juga yang kami pakai untuk klien kami, dengan kepemilikan dan akses penuh berada di tangan klien sejak hari pertama.

Vendor yang mendaftarkan atas namanya sendiri biasanya sedang mencari jalan praktis

Satu akun registrar bisa menampung puluhan domain klien sekaligus, dibayar dengan satu kartu, diperpanjang dari satu dashboard. Vendor tidak perlu menunggu klien membuat akun, memverifikasi email, dan memasukkan kartu yang kadang memang belum dimiliki klien. Banyak klien juga secara eksplisit meminta semuanya diurus, dan vendor mengambil jalan tercepat untuk memenuhinya. Menurut kami, sebagian besar kasus berhenti di situ dan tidak pernah jadi apa-apa.

Yang lebih sering bikin repot justru hal-hal biasa: vendornya sibuk dan balasannya melambat, orangnya pindah kerja, akunnya dipegang satu karyawan yang sudah keluar, atau usahanya berhenti jalan tanpa pengumuman. Di semua keadaan itu tidak ada yang sengaja menyandera apa pun, sementara alamat website Anda tetap berada di tempat yang tidak bisa Anda jangkau sendiri.

Karena itu temuan nama vendor di kolom pendaftar sebaiknya Anda perlakukan sebagai awal percakapan biasa. Dikerjakan sekarang, saat hubungan masih baik dan orangnya masih membalas pesan, ini urusan lima belas menit.

Permintaan pindah lebih cepat selesai kalau Anda menyebut hal teknisnya

Pesan seperti "domainnya mau saya ambil alih dong" sering berputar berhari-hari karena kedua pihak membayangkan pekerjaan yang berbeda. Sebutkan yang mana yang Anda maksud, karena pilihannya ada dua dan bobotnya jauh berbeda.

  • Mengubah data pendaftar saja. Domain tetap di registrar yang sama, cuma nama dan email pendaftarnya diganti jadi milik Anda. Ini yang paling ringan, biasanya selesai dalam hitungan menit di panel, dan cukup kalau Anda memang masih melanjutkan kerja sama dengan vendornya.
  • Memindahkan domain ke akun registrar Anda sendiri. Di sini Anda perlu kode otorisasi, sering disebut auth code atau EPP code, dan kunci transfer domain harus dibuka lebih dulu oleh pemegang akun sekarang. Pilih jalur ini kalau Anda ingin berdiri sendiri sepenuhnya.

Siapkan tiga hal sebelum mengirim pesan. Nama domain lengkap seperti yang tertulis di WHOIS. Bukti pembayaran domain, entah invoice, mutasi transfer, atau percakapan lama yang menyebut angkanya; ini jarang diminta, tapi menyelesaikan perdebatan dengan cepat kalau sampai muncul. Dan alamat email yang akan Anda pakai sebagai email pendaftar, sebaiknya email resmi perusahaan yang tetap hidup meski orangnya berganti, jangan email pribadi satu karyawan.

Soal nada, Anda sedang meminta akses ke sesuatu yang Anda bayar, dan permintaan seperti itu tidak perlu dibungkus tuduhan supaya dipenuhi.

Kalau domainnya sudah kembali ke tangan Anda dan websitenya sekalian ingin diganti, langkah membangun ulang tanpa memutus alamat lama ada di halaman redesign dan migrasi website.

Pemindahan antar registrar bisa terkunci 60 hari, jadi jangan dikerjakan mepet

Untuk domain seperti .com, aturan ICANN mengunci perpindahan antar registrar selama 60 hari setelah domain pertama didaftarkan, dan juga setelah perubahan data pendaftar tertentu. Efeknya sering mengejutkan: Anda baru saja berhasil mengganti nama pendaftar jadi nama Anda sendiri, lalu perpindahan ke registrar pilihan Anda ternyata harus menunggu dua bulan.

Beberapa registrar menyediakan pilihan untuk tidak mengaktifkan kunci itu saat data pendaftar diubah, jadi tanyakan lebih dulu ke registrar tempat domain Anda duduk sekarang sebelum menekan tombol apa pun. Ekstensi Indonesia punya ketentuannya sendiri yang tidak selalu sama dengan gTLD, dan tempat bertanyanya tetap sama: registrar Anda.

Prosesnya sendiri memakan beberapa hari karena ada email persetujuan yang harus dibuka dan dibalas oleh dua pihak. Perpindahan antar registrar umumnya juga dikenai biaya setara satu tahun perpanjangan di registrar tujuan, dan masa aktif domain Anda ikut bertambah setahun. Angka pastinya ada di daftar harga registrar tujuan, jadi buka sendiri halamannya dan jangan mengandalkan perkiraan siapa pun, termasuk perkiraan kami.

Dua waktu yang sebaiknya Anda hindari: beberapa minggu menjelang tanggal kedaluwarsa domain, dan menjelang kampanye iklan atau pameran yang sudah dikunci jadwalnya. Kerjakan di bulan yang sepi, saat website Anda boleh saja sempat tersendat tanpa ada yang rugi.

Empat pertanyaan sebelum siapa pun mendaftarkan domain berikutnya untuk Anda

Kalau pemeriksaan tadi menunjukkan semuanya sudah atas nama Anda, pekerjaan Anda selesai sampai tahun depan. Tandai tanggal kedaluwarsanya di kalender, pastikan email pendaftarnya masih Anda buka, dan lanjutkan hidup.

Kalau Anda sedang akan memesan website baru, empat pertanyaan ini dikirim sekali di awal jauh lebih murah daripada mengurusnya nanti:

  • Domainnya didaftarkan atas nama dan email siapa.
  • Domain itu duduk di akun registrar milik siapa, dan saya bisa login sendiri atau tidak.
  • Kalau suatu saat saya pindah pengembang, langkah apa yang harus saya minta, dan ada biayanya atau tidak.
  • Siapa yang menerima email peringatan perpanjangan tiap tahun.

Di paket kami, domain didaftarkan atas nama Anda dan tahun pertamanya sudah termasuk di harga paket, mulai dari Starter Rp 1.500.000. Rincian tiap paket berdampingan ada di halaman harga. Kalau domain Anda sekarang dipegang vendor lain, kirimkan saja hasil WHOIS-nya waktu ngobrol dengan kami, supaya langkah pemindahannya bisa diurutkan sejak sebelum pengerjaan dimulai.

Langkah berikutnya

Bandingkan isi tiap paket berdampingan, atau lihat hasil jadi yang bentuknya paling dekat dengan usaha Anda.